Agu 05

KURIKULUM 2013

Fakta Empirik Masalah Pelaksanaan Kurikulum 2013

Sekolah-sekolah belum sempat melengkapi, mengembangakan perangkat pembelajaran untuk kurikulum 2006 berupa media pembelajaran, instrument penilaian kognitif, afektif dan psikomotorik, kementrian pendidikan dan kebudayaan yang di pimpin oleh Prof. Muhammad Nuh dengan kekuasaan dan wewenangnya merubah kurikulum KTSP atau kurikulum 2006 ke kurikulum 2013. Guru-guru di daerah belum mengetahui dan menguasai isi dari kurikulum 2013 ini, mereka hanya mengetahui adanya perubahan kurikulum. Untuk mengatasi masalah yang fundamental ini Kemendikbud harus berkerja ekstra keras untuk sosialisasi dan memberikan pemahaman kepada guru-guru terutama yang berada di daerah terpencil.

Dalam uji publik pelaksanaan kurikulum 2013 masih dikatakan belum siap dilaksanakan pada tahun ajaran 2014/2015 dan masih tersandung oleh berbagai macam problem yang mendasar dilapangan yaitu guru kesulitan membuat dan mengembangkan instrument penilaian pembelajaran yang memuat 4 (empat) muatan Kompetensi Inti (Aspek Spritual, Aspek Sikap Sosial, Aspek Pengetahuan/kognitif dan Aspek keterampilan/psikomotorik) hal ini diakibatkan oleh pihak pembuat kurikulum yaitu kemendikbud hanya mengeluarkan instrument penilaian mentah untuk semua pembelajaran secara umum, sementara itu guru dengan sendiri-sendiri mengembangkan 4 (empat) kompetensi inti tersebut sesuai kondisi pembelajaran di sekolah masing-masing. Fakta ini menjadi sebuah momok bagi sekolah dan akan berakibat diluar konteksnya interpretasi penilaian oleh guru terhadap 4 kompetensi inti tersebut, sehingga mengakibatkan penilaian terhadap prestasi belajar siswa tidak tepat dan akurat sesuai tujuan pembelajaran. Bagi siswa, secara psikologis merupakan beban untuk mempersiapkan materi belajar dengan energi yang begitu ekstra untuk mengimbangi cara belajarnya oleh karena banyaknya kompetensi yang harus diserap dalam waktu dekat. Untuk mengatasi persoalan ini Kemendikbud harus focus membenahi kemampuan kompetensi guru karena tingkat kecerdasan siswa berbeda-beda agar supaya kurikulum 2013 ini berjalan dengan sukses.

Dalam merancang sekaligus membuat kurikulum baru, dalam hal ini kurikulum 2013 Kemendikbud harus mengacu dan berpedoman pada regulasi atau landasan hokum pendidikan yang berlaku. Karena pada pasal 36 UU Sisdiknas nomor 20 tahun 2003 dengan nyata menyebutkan bahwa pengembangan kurikulum harus mengacu pada Standar Nasional Pendidikan (SPN) untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional, akan tetapi hal tersebut pihak kemendikbud tidak dilakukan padahal itu adalah landasan yuridis pendidikan yang masih berlaku sampai sekarang. Sementara itu disisi lain peraturan nomor 17 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang disebut kurikulum adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) atau kurikulum 2006 bukan kurikulum 2013. Berdasarkan fakta tersebut secara landasan hokum pendidikan, kurikulum 2013 inkonstitusional dan cacat hokum.

Kurikulum 2013 antara mencetak peserta didik yang goblok tekhnologi atau berbudaya

Ditengah perkembangan dan kemajuan informasi dan tekhnologi dunia, pembelajaran abad 21 pun mengarah ke literacy informasi yang mempersyaratkan untuk berbasis ICT/TIK. Pembelajaran berbasis tekhnologi informasi dan komunikasi sebagai sebuah mata pelajaran di SD, SMP dan SMA mengharuskan kepada peserta didik atau siswa untuk melek tekhnologi termuktahir termasuk di dalamnya bagaimana mengoperasikan office word, membuka internet, pembelajaran jarak jauh dan lain sebagainya. Tetapi hal ini di dalam kurikulum 2013 telah di tiadakan dan tidak akan ada dalam struktur mata pelajaran di sekolah kedepannya. Mata pelajaran TIK telah di integrasikan dalam keseluruhan mata pelajaran, sehingga menimbulkan pro dan kontra terhadap nasib guru TIK. Kalau Kemendikbud beralasan meniadakan TIK sebagai mata pelajaran bahwa anak TK/SD pun sudah bisa berinternetan, lalu pertanyaannya bagaimana memanfaatkan dan etika penggunaan TIK dengan baik dan benar?. Jelas pertanyaan tersebut akan terjawab manakala TIK di jadikan sebagai sebuah mata pelajaran di sekolah. Menurut hemat saya TIK sebagai alat bantu guru mengajar dan TIK sebagai sebuah mata pelajaran adalah sebuah hal yang sangat berbeda, untuk itu TIK sangat penting di jadikan sebagai sebuah mata pelajaran di sekolah. Berbeda dengan TIK mata pelajaran Budaya dan seni di perbanyak jam pelajarannya disekolah, hal ini tidak sesuai dengan alasan Kemendikbud mengembangkan kurikulum pada aspek kompetensi kedepan yaitu kemampuan hidup dalam masyarakat mengglobal.

Lewat tulisan ini, penulis sebagai anggota sekaligus pengurus yang tergabung dalam Komisi Pendidikan Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (2013-2015) menyatakan semoga catatan singkat ini memberikan sebuah kontribusi sekaligus kritik terhadap Kemendikbud agar supaya pelaksanaan kurikulum 2013 berjalan dengan sukses.

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gurusertifikasi.org/2014/08/05/kurikulum-2013/

Sep 15

Silaturahmi FKGS di September 2013

Suasana Acara

Alhamdulillah setelah sekian lama rekan-rekan di Forum Komunikasi Guru Sertifikasi (FKGS) tidak mengadakan pertemuan rutin yang seharusnya dilaksanakan sebulan sekali, akhirnya hari ini Sabtu 14 September 2013 bertempat di MTs. An-Nizhomiyah.

Acara kali ini sekaligus Walimatusafar karena Bapak Drs. Ahmad Sadeli, M.PdI Insya Allah tanggal 21 September 2013 akan berangkat ke tanah suci untuk menunaikan rukun Islam yang ke-5 yaitu ibadah Haji. Acara kali ini diikuti oleh guru binaan dari berbagai macam latar belakang, mulai dari guru SMP, MTs, SMA, SMK, MA dengan berbagai macam bidang study. Selain guru-guru lama yang hadir, hadir pula muka-muka baru dan kali ini ada 8 orang peserta baru yang mendaftarkan dirinya dan bergabung dengan dalam Forum Komunikasi Guru Sertifikasi (FKGS).

Baca kelanjutan entri ini »

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gurusertifikasi.org/2013/09/15/silaturahmi-fkgs-di-september-2013/

Jul 19

UGM rangking 1 di Indonesia dan 26 di Asia

ugm

MERDEKA.COM. Peringkat UGM meningkat pesat dalam pemeringkatan perguruan tinggi versi 4ICU (4International College and Universities). Di Asia, tahun lalu UGM masih berada pada peringkat 53, namun tahun ini naik menempati peringkat 26. Sementara itu dalam daftar lima besar perguruan tinggi di Indonesia, UGM tetap menduduki posisi pertama, disusul oleh Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dan Universitas Kristen Petra Surabaya.
Baca kelanjutan entri ini »

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gurusertifikasi.org/2013/07/19/ugm-rangking-1-di-indonesia-dan-26-di-asia/

Jul 06

Encouragement

Rhenald Kasali

Rhenald Kasali

LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat.

Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat, bagus sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa. Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana.

Saya memintanya memperbaiki kembali,sampai dia menyerah.Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk, malah dipuji. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberi nilai tinggi, saya khawatir anak saya cepat puas diri. Sewaktu saya protes, ibu guru yang menerima saya hanya bertanya singkat. “Maaf Bapak dari mana?” “Dari Indonesia,” jawab saya. Dia pun tersenyum. Baca kelanjutan entri ini »

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gurusertifikasi.org/2013/07/06/encouragement/

Jul 05

Penemu Mouse Douglas Engelbart

Douglas-Engelbart

Douglas Engelbart

Siapa gak kenal Mouse alias Tetikus ? Alat ini sekarang sudah menjadi alat yang harus ada ketika kita memberi komputer baik dalam bentuk PC, Laptop ataupun Netbook. Siapakah penemu awalnya ? dan Komputer apa yang pertama kali menggunakan peralatan ini ? Artikel kali ini mencoba menggali informasi tersebut. Artikel ini diambil dari artikel yang ada di Kompas.com, dan ternyata penemu mouse yaitu Mr. Douglas Engelbart telah meninggal dunia.

Douglas Engelbart, peneliti sekaligus penemu tetikus (mouse) komputer meninggal dunia pada Selasa malam (2/7/2013), di Atherton, California, AS. Putri sulungnya, Gerda, mengatakan bahwa ayahnya meninggal karena gagal ginjal di usia 88 tahun.

Engelbart dikenal sebagai visioner yang merancang mouse komputer, jauh sebelum komputer pribadi menjadi produk umum yang dipakai pengguna rumah tangga dan kantor.

“Warisan Doug sangatlah besar,” ujar Curtis R. Carlson, presiden SRI International, sebuah lembaga riset yang didirikan oleh Stanford University. Baca kelanjutan entri ini »

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gurusertifikasi.org/2013/07/05/penemu-mouse-douglas-engelbart/

Apr 09

Siswa Tumbuh di Lingkungan Tidak Jujur

Dunia pendidikan yang seharusnya menjadi institusi penegak dan pelestari kejujuran justru menumbuhkembangkan ketidakjujuran melalui kecurangan ujian nasional. Siswa tumbuh di lingkungan tidak jujur karena baik guru, kepala sekolah, maupun orangtua justru membiarkan atau menutup mata jika terjadi kecurangan. Padahal, pemerintah sudah mencanangkan pendidikan karakter sejak pendidikan anak usia dini hingga jenjang pendidikan tinggi.

Hal itu mengemuka dalam diskusi tentang kecurangan dalam ujian nasional (UN) seusai pemutaran video dokumenter kolaborasi Temani Aku Bunda, Senin (8/4), di Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB). Video dokumenter berdurasi 77 menit itu dibuat selama lebih dari satu tahun.

Film yang diproduseri Yayasan Kampung Halaman serta disutradarai Tedika Puri Amanda dan Irma Winda Lubis itu merekam perjalanan Muhammad Abrary Pulungan (14), siswa yang melaporkan kecurangan UN tahun 2011 di SD Negeri 06 Petang, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

”Dunia pendidikan tidak melahirkan asosiasi kejujuran. Orang tidak lagi mengindahkan kejujuran,” kata Acep Iwan Saidi, dosen Fakultas Seni Rupa Desain ITB. Baca kelanjutan entri ini »

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gurusertifikasi.org/2013/04/09/siswa-tumbuh-di-lingkungan-tidak-jujur/

Feb 23

Kompetensi Dasar SMA/MA 2013

STRUKTUR KURIKULUM SMA/MA

Kurikulum 2013PENGERTIAN
Struktur kurikulum menggambarkan konseptualisasi konten kurikulum dalam bentuk mata pelajaran, posisi konten/mata pelajaran dalam kurikulum, dostribusi konten/mata pelajaran dalam semester atau tahun, beban belajar untuk mata pelajaran dan beban belajar per minggu untuk setiap siswa. Struktur kurikulum adalah juga merupakan aplikasi konsep pengorganisasian konten dalam sistem belajar dan pengorganisasian beban belajar dalam sistem pembelajaran. Pengorganisasian konten dalam sistem belajar yang digunakan adalah sistem semester sedangkan pengorganisasian beban belajar dalam sistem pembelajaran berdasarkan jam pelajaran per semester.

Struktur kurikulum juga gambaran mengenai penerapan prinsip kurikulum mengenai posisi seorang siswa dalam menyelesaikan pembelajaran di suatu satuan atau jenjang pendidikan. Lebih lanjut, struktur kurikulum menggambarkan posisi belajar seorang siswa yaitu apakah mereka harus menyelesaikan seluruh mata pelajaran yang tercantum dalam struktur ataukah kurikulum memberi kesempatan kepada siswa untuk menentukan berbagai pilihan.
Struktur kurikulum pendidikan menengah terdiri atas sejumlah mata pelajaran, beban belajar, dan kalender pendidikan. Mata pelajaran terdiri atas:

  • Mata pelajaran wajib diikuti oleh seluruh peserta didik di satu satuan pendidikan pada setiap satuan atau jenjang pendidikan
  • Mata pelajaran pilihan yang diikuti oleh peserta didik sesuai dengan pilihan mereka.

Mata pelajaran wajib merupakan mata pelajaran yang harus diambil oleh setiap peserta didik di SMA/MA dan SMK/MAK. Sedangkan mata pelajaran pilihan untuk SMA/MA berbeda dengan untuk SMK/MAK. Untuk SMA/MA mata pelajaran pilihan bersifat akademik, sedangkan SMK/MAK mata pelajaran pilihan bersifat akademik dan vokasi. Baca kelanjutan entri ini »

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gurusertifikasi.org/2013/02/23/kompetensi-dasar-smama-2013/

Feb 09

2013 – Keahlian ICT yang Paling Banyak dicari

Tak dapat disangkal bahwa ICT telah merubah banyak hal beberapa tahun belakangan. Banyak siswa/i kita ataupun kita sendiri yang mau tidak mau harus ikut tertarik ataupun harus menggunakan ICT dalam keseharian kita. Ditahun 2013 ini menurut ReadWrite ada 7 keahlian yang akan banyak dicari oleh perusahaan-perusahaan dunia, apa sajakah ? coba kita bahas satu persatu.

  1. Cloud Computing
  2. Manajer Proyek ICT
  3. JavaScript
  4. J2EE
  5. PHP dan MySQL
  6. iOS
  7. HTML/CSS

Baca kelanjutan entri ini »

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gurusertifikasi.org/2013/02/09/2013-keahlian-ict-yang-paling-banyak-dicari/

Jan 27

Tata Cara Penulisan Gelar yang Benar

SarjanaDahulu, gelar akademik hasil lulusan perguruan tinggi di Indonesia umumnya hanya ada empat gelar saja yaitu Ir (Insinyur), SH (Sarjana Hukum), Drs (Doktorandus) dan Dra (Doktoranda). Gelar Drs. untuk laki-laki dan Dra. untuk perempuan tanpa memandang disiplin keilmuan yang dimiliki (keculi Ir. dan SH.). Gelar Doktorandus dan Doktoranda berasal dari bahasa Belanda.

SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 036/U/1993 tentang Gelar dan sebutan lulusan Perguruan Tinggi yang disempurnakan dengan Kepmen nomor 178/U/2001 tentang Gelar dan Lulusan Perguruan Tinggi yang pada BAB III – JENIS GELAR AKADEMIK Pasal 6 Gelar akademik terdiri atas Sarjana, Magister dan Doktor. Pasal 7 Penggunaan gelar akademik Sarjana dan Magister ditempatkan di belakang nama yang berhak atas gelar yang bersangkutan dengan mencantumkan huruf S., untuk Sarjana dan huruf M. untuk Magister disertai singkatan nama kelompok bidang keahlian.

Untuk D3 aturan penulisannya ada pada pasal 11 yang berbunyi
Pasal 11
Sebutan profesional lulusan Program Diploma terdiri atas :
a. Ahli Pratama untuk Program Diploma I disingkat A.P.
b. Ahli Muda untuk Program Diploma II disingkat A.Ma.
c. Ahli Madya untuk Program Diploma III disingkat A.Md.
d. Sarjana Sains Terapan untuk Program Diploma IV disingkat SST
Baca kelanjutan entri ini »

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gurusertifikasi.org/2013/01/27/tata-cara-penulisan-gelar-yang-benar/

Jan 26

Workshop Peningkatan Kemampuan Guru FKGS dalam Bidang ICT Pendidikan

fkgs

Suasana Workshop

Alhamdulillah, acara workshop FKGS dapat berlangsung di Hotel Indra Jaya Telepon: (0251) 825-4149 Jl. Raya Puncak Km. 75 Cisarua, Kabupaten Bogor tanggal 25-26 Januari 2013. Acara di buka oleh pengawas Kementerian Agama Kota Depok pada tanggal 25 Januri 2013 jam 17.00.

Acara workshop ini dihadiri oleh peserta sebanyak 36 guru dari 43 guru yang mendaftar dari 89 guru yang tercantum di website www.gurusertifikasi.org, alhamdulillah acara dapat berlangsung dengan lancar dan dapat diikuti oleh peserta dari awal hingga akhir. Materi yang disampaikan mulai dari materi tentang administrasi guru disampaikan oleh Pengawas Kemenag Kota Depok Bapak Drs. Ahmad Sadeli, M.Pd.I. dan dilanjutkan dengan materi ICT yang disampaikan oleh Muhidin Saimin.

Terima kasih kepada seluruh peserta yang hadir dan dapat mengikuti acara dengan dari awal hingga akhir. Ibu N. Yanti Supriyanti dan Hj. Neni Argaeni serta pak Aan Setiawan yang ikut membantu rekan-rekan sekalian serta seluruh rekan-rekan yang telah hadir dan berpartisipasi aktif dalam acara ini.

Baca kelanjutan entri ini »

Tautan permanen menuju artikel ini: http://gurusertifikasi.org/2013/01/26/workshop-peningkatan-kemampuan-guru-fkgs-dalam-bidang-ict-pendidikan/

Post sebelumnya «